Pengelolaan Program yang Berpihak pada Murid
LAPORAN
AKSI NYATA MODUL 3.3
PENGELOLAAN
PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID
SRI
RAHAYU
SDN
21 TOLOMUNDU KOTA BIMA _ CGP Bima 4
Penyusunan LKS Diferensiasi & KSE yang Sesuai dengan
Kebutuhan Belajar Murid dan Teaching And Learning
Community
A.
PERISTIWA
(FACT)
1.
Latar
Belakang Aksi Nyata
Sejatinya pendidikan merupakan alat pemenuhan
kebutuhan murid akan perubahan kognitif, psikomotorik dan afektif. Kesemuanya
mengarah pada pencapaian kebahagiaan dan keselamatan murid sebagai seorang individu
maupun anggota masyarakat. Oleh sebab itu, guru sebagai salah satu pihak yang
berperan aktif dalam pendidikan murid perlu memberdayakan diri dan
mengembangkan semua potensi yang dimilikinya untuk menuntun murid.
Program-program yang berdampak langsung maupun tidak langsung pada murid perlu
dikembangkan sebagai salah satu upaya pemenuhan kebutuhan belajar murid.
Sebelumnya di SDN 21 Tolomundu Kota Bima telah
mengadakan penyusunan perangkat pembelajaran bersama sebagai salah satu ikhtiar
pengembangan diri. Sebagai kelanjutannya, perlu adanya bahan ajar yang
menghubungkan antara rencana yang telah dibuat pada penyusunan perangkat
pembelajaran dengan praktek nyata di dalam kelas. Maka, aksi nyata yang
dilakukan CGP bertujuan melanjutkan program sebelumnya agar ada kesinambungan
dan dampak yang menyeluruh bagi guru, siswa maupun sekolah.
2.
Alasan
dilakukan Aksi Nyata
Pada
tataran teori, penyusunan perangkat pembelajaran telah mewujudkan teori
pembelajaran diferensiasi dan KSE ke dalam perangkat pembelajaran. Agar wujud
perangkat pembelajaran ini menjadi praktek nyata, maka program dilanjutkan
dengan penyusunan LKS pembelajaran diferensiasi dan KSE bagi siswa di kelas. Program
bertujuan:
Ø Meningkatkan
kompetensi komunikatif dan antusiasme belajar murid di kelas.
Ø Mengembangkan
kompetensi guru, terutama kompetensi pedagogic dan professional.
Lebih
jauh, penyusunan perangkat mengajar perlu diwujudkan dalam praktek pembelajaran
yang berdampak pada siswa. Ini dimaksudkan agar penyusunan bukan hanya memenuhi
syarat administrative sebagai guru, akan tetapi juga dipraktekkan sebagai upaya
peningkatan kualitas pendidikan di kelas secara khusus dan di sekolah secara
umum.
3.
Pelaksanaan
Aksi Nyata
Karena program ini merupakan program inisiasi
untuk dilanjutkan secara berkesinambungan, maka program dirancang dalam bentuk
penyusunan LKS dan dilanjutkan dengan praktek dalam komunitas Teaching
and Learning Community di SDN 21 Tolomundu Kota Bima. Prosedur kegiatan
dilakukan dengan mengikuti alur sebagai berikut:
a.
Perencanaan perencanaan program dengan menggunakan
tahapan BAGJA, sebagai berikut:
|
Tahapan BAGJA |
Hasil Tahapan BAGJA sesuai Aset Sekolah |
|
B-uat Pertanyaan |
1.
Bagaimana
meningkatkan kompetensi komunikatif dan antusiasme murid SDN 21 Tolomundu
Kota Bima pada kegiatan belajar di
kelas? 2.
Bagaimana
meningkatkan praktik baik pembelajaran di SDN 21 Tolomundu Kota Bima? |
|
A-mbil
Pelajaran |
1.
Banyaknya
guru-guru yang berpengalaman di bidangnya masing-masing, serta pengalaman
praktek baik pembelajaran pada situasi tertentu yang bisa diteladani. 2.
Adanya
CGP serta pendamping untuk berdiskusi terkait teori dan dukungan yang
diberikan dalam praktek Teaching and Learning Community di
SDN 21 Tolomundu Kota Bima |
|
G-ali Mimpi |
|
|
J-abarkan
Rencana |
Rencana/strategi:
Monitoring dan Evaluasi:
|
|
A-tur Eksekusi |
Penanggung Jawab program: Kepala sekolah Pengarah : CGP Koordinator Program: CGP Biaya : Dana BOS Pelaksana Acara: Guru-guru SDN 21 Tolomundu Kota
Bima Jadwal Program : Di mulai dari setelah Penilaian Tengah
Semester (PTS) Genap 2021/2022 sampai semester berjalan. Koordinasi dilakukan dengan rapat setiap satu
minggu sekali dan pertemuan internal koordinator dan guru-guru peserta. Hasil
rapat internal dilaporkan kepada CGP sebagai pengarah acara. Evaluasi dapat
dilakukan melalui rapat koordinasi dengan kepala sekolah dan guru. |
b.
Rapat koordinasi dengan Kepala Sekolah dan rekan
sejawat;
c.
Mengundang guru untuk pertemuan, sekaligus
menjadwal penyusunan LKS dan Teaching and Learning Community;
d.
Mempraktekkan perangkat mengajar dengan
menggunakan LKS yang telah disusun (kelas percontohan)
e.
Melakukan revisi sesuai konteks yang ditemui pada
saat praktek.
4.
Hasil Aksi
Nyata
Aksi Nyata yang dilakukan di SDN 21 Tolomundu Kota
Bima memperlihatkan beberapa perubahan, antara lain:
a.
Guru-guru mendapatkan ruang untuk berdiskusi dan
berbagi pengalaman (best practice) dalam pembelajaran.
b.
Guru-guru lebih peka pada kebutuhan belajar siswa
dan kebutuhan belajarnya sendiri sebagai guru yang menghadapi keragaman
keunikan siswa dalam kelasnya.
c.
Adanya komitmen guru-guru untuk saling berbagi dan
memberikan upaya terbaik, baik dalam praktek bersama Teaching and Learning Community maupun
pada kesehariannya dalam kelas.
d.
Siswa mendapatkan bahan belajar yang sesuai dengan
konteks kehidupan sekitar mereka.
B.
PERASAAN
(FEELING)
Perasaan antusias dan semangat bukan hanya
dirasakan oleh CGP, namun dirasakan juga oleh guru-guru dan siswa. CGP merasa
antusias, selain karena pelaksanaan penyusunan LKS diferensiasi dan Teaching
and Learning Community didukung sekolah dan guru-guru, forum ini
menjadi ajang saling berbagi ilmu dan pengalaman terutama praktek baik
masing-masing guru di dalam kelas. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya
menghasilkan produk fisik, melainkan ada produk mental dan spiritual dalam
mengembangkan diri sebagai seorang guru yang professional dan mempunyai
kemampuan bergerak dan menggerakkan.
C.
PEMBELAJARAN
(FINDING)
Pembelajaran yang
didapatkan dalam Aksi Nyata yang dilakukan dapat diamati melalui tabel berikut:
|
Aksi Nyata |
Faktor Penghambat |
Faktor Pendukung |
|
Penyusunan LKS Diferensiasi dan Teaching
and Learning Community |
1. Beberapa guru pada
masing-masing mata pelajaran hanya melakukan copy paste LKS diferensiasi dan KSE tanpa mempraktekkan kepada
muridnya. Ini disebabkan guru merasa suasana praktek seperti “supervisi”
sehingga beberapa guru menolak praktek Teaching and Learning Community. 2. Masih adanya rasa
senioritas yang terjadi, sehingga beberapa mata pelajaran masih kurang
komunikasi antara guru-gurnya. |
1. Guru-guru melakukan
modifikasi LKS diferensiasi dan KSE sesuai konteks murid kesehariannya. 2. Guru saling berbagi
pengalaman praktek baik yang mereka lakukan di kelas sebagai ilmu dan
pembelajaran untuk guru yang lain. 3. Guru saling berbagi
pengetahuan mengenai media dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan
kebutuhan belajar siswa di kelas masing-masing. |
D.
PENERAPAN
KE DEPAN (FUTURE)
Penerapan ke depannya direncanakan dengan melihat
faktor-faktor yang menjadi kekurangan pada pelaksanaan Aksi Nyata sebelumnya
agar dilakukan perbaikan. Adapun rencana perbaikan yang dilakukan, antara lain:
Penyusunan
LKS Diferensiasi dan KSE dan Teaching
and Learning Community:
a.
Merekam kegiatan pembelajaran menggunakan LKS yang
disusun, sehingga suasana belajar tidak terganggu dan terpengaruhi oleh
kehadiran rekan sejawat.
b.
Monitoring perencanaan tersebut dengan baik,
sehingga guru-guru disiplin melakukan praktek dan pembahasan pembelajaran yang
dilakukan dengan LKS yang disusun.
c.
Melakukan komunikasi asertif dengan semua guru,
menjembatani antara guru senior dan muda dalam pertemuan-pertemuan kecil
sebagai awalan sebelum penyusunan LKS diferensiasi dan KSE serta prakteknya
dalam Teaching and Learning Community.
Dalam
program ini, semua pihak diajak terlibat di dalam program sesuai dengan
proporsi masing-masing. Keterlibatan dalam bentuk motivasi, dukungan dan
dorongan tetap memberikan andil dalam semua program, termasuk program ini.
Jadi, keterlibatan sekecil apapun diapresiasi dengan baik dan positif.
E. DOKUMENTASI AKSI NYATA





Sangat luar biasa ide ide yang disusun untuk penyempurnaan pencapaian pendidikan yang salah satunya pemberdayaan LKS dalam meningkatkan komunikasi murid
BalasHapus